Ini adalah kisah hidup sang penulis cekak mat, tentang perjuangan nya
dalam menghadapi tuntutan kehidupan dan keras nya aspal jalanan.
Semua diawali dengan matahari yang terbit diri dari timur, cahaya nya
menembus kaca jendela usang ku. Mengintip
ku yang sedang tertidur lelap di atas ranjang yang hancur berantakan. Bantal
tergolek di atas kasur, selimut ada diatas kasur, sementara penulis sendiri
tidur di bawah kasur. Beberapa bungkus makanan berserak di tepi ranjang, beberapa
dari nya sudah membusuk dan mengeluarkan aroma layaknya ketiak yang tak pernah
dijamah deodoran. Sedangkan sisa nya sudah memfosilkan diri saking lama nya . Pakaian
bertebaran, buku buku tumpang tindih tak menentu.
Tak ada seorang pun yang sudi menjejakkan kaki di tempat itu. Cahaya yang hendak masuk ke dalam kamar pun seketika mengurungkan niat nya dan segera kembali kepada sang mentari.
Tak ada seorang pun yang sudi menjejakkan kaki di tempat itu. Cahaya yang hendak masuk ke dalam kamar pun seketika mengurungkan niat nya dan segera kembali kepada sang mentari.
Di atas tempat tidur sesosok mahluk bergerak perlahan , alis nya mengerut, kumisnya berkedutan, jari nya bergerak perlahan. Perlahan pula kelopak mata nya pun terbuka,menampakkan sebuah iris hitam yang menyajikan rasa kebencian tiap kali memandang. Perlahan kehitaman matanya pun berubah merah api , CLINGGGK.
Dan seluruh pembaca yang malang pun terkena efek kekuatan mengekyou sharingan nya. Tapi beruntung penulis berbaik hati melepaskan teknik genjutsu tersebut, jika tidak niscaya kalian tidak akan pernah bisa membaca kelanjutan cerita ini. Penulis menatap sekeliling kamar nya , mengalihkan pandangan ke sana sini lalu menatap pembaca sejenak. Segera saja ia menutup mata nya , tak kuasa menahan tangis ketika tahu bahwa blog nya dibaca oleh seekor monyet yang bisa mengakses internet.
Merasa
lelah menulis prolog di atas, penulis pun memutuskan keluar kamar dan mandi.
Sebuah Seragam putih abu abu tergantung rapi dengan dasi sudah tersimpulkan dan
juga sepatu yang sudah disemir. Penulis
melangkah keluar dari rumah nya,kaki jenjang nya menapaki rerumputan yang tumbuh meliar. Angin
berembus pelan di atas wajah nya, menggeraikan beberapa helai rambut nyang tak
tersisir rapi. Sinar mentari menyorot
kepada nya , menebarkan segala pesona dan inner beauty yang ada di dalam diri
nya. Penulis mempercepat langkah nya,dilihat nya arloji yang tertera 7:27.
Dengan kecepatan 5Mbps, sang penulis melesat menuju sekolah. Karena terlalu cepat,
dia pun melewat kan sekolah nya dan terus melaju. Prinsip hidup nya adalah
tidak pernah melihat ke belakang,karena itu penulis pun memilih melakukan rotasi
terhadap bumi dari pada harus meputar balik. Beberapa waktu kemudian sampai lah
ia ke titik 0 derajat yaitu tepat di depan gerbang sekolah pukul 7:40
Baru hendak melintasi gerbang, seekor anjing telah menggonggong garang. Mata nya tajam menatap punggung penulis, tubuh nya penuh tertutup bulu bulu kegelapan bernuansa malam. Grrrrrrrr,
Baru hendak melintasi gerbang, seekor anjing telah menggonggong garang. Mata nya tajam menatap punggung penulis, tubuh nya penuh tertutup bulu bulu kegelapan bernuansa malam. Grrrrrrrr,
desis nya sembari memamerkan deretan gigi yang rapi .
Sayang nya ia tak tahu sedang berhadapan dengan siapa, sontak si anjing pun langsung shock dan terkejut bukan kepalang. Betapa tidak, orang yang berdiri di depan nya adalah oby kastanya sang penulis cekak mat, sang anjing pun mengutuki keberuntungan nya. Ada 2 alasan kenapa si anjing menjadi takut .
Sayang nya ia tak tahu sedang berhadapan dengan siapa, sontak si anjing pun langsung shock dan terkejut bukan kepalang. Betapa tidak, orang yang berdiri di depan nya adalah oby kastanya sang penulis cekak mat, sang anjing pun mengutuki keberuntungan nya. Ada 2 alasan kenapa si anjing menjadi takut .
1. penulis adalah buaya darat.
Dalam artian dia adalah buaya,tidak ada yang bisa menjamin kalau si
anjing tidak dimakan nya karena lapar. Meskipun begitu saya yakin , buaya juga
tahu kalo anjing itu haram untuk di santap.
2. Alasan kedua adalah hal terburuk. Karena penulis adalah buaya darat, bisa
jadi si anjing akan di rayu rayu.
Membayangkan
nya nya saja sudah membuat bulu kuduk si anjing berdiri , ia berlari tunggang
langgang karena ketakutan. Kini hanya tinggal penulis berdiri sendiri di depan gerbang, dengan
keberanian penuh dia memasuki neraka berkedok edukasi itu. Penulis berdiri di depan
pintu kelas
"ku ketuk pintu itu dengan
ketukan 2/4"
tok tok
tik tok
tek tok
tak ndut.
Alih alih dibukakan, guru dan segenap murid pun malah asyik bergoyang
chesar di dalam kelas.
5 menit kemudian.
"jam berapa sekarang" ucap buk yus dengan tatapan mengintimidasi
, penulis terdiam dengan raut ketakutan .
" JAM BERAPA SEKARANG ? " bentak nya membuat penulis tak
kuasa menahan emosi.
Air mata hampir saja meleleh di pipi ku,tegar lah boy, tegarlah.
"jam 07 lewat 45 buk !" jawabku pelan dan parau
" Tanggal berapa sekarang ? " masih dengan suara penuh
penekanan
" 19 september 2015 buk"
"Bagus, sekarang jam ibu sudah selesai diakurkan" ucap nya membuat aku selaku penulis dan
seluruh pembaca terkejut.
"sudah, kamu sudah terlambat masuk kelas saya.Sekarang kamu pulang
saja!"
Sungguh sebuah keputusan yang bijak, penulis pun pulang ke rumah dengan
hati riang gembira. Sementara semua teman teman ku hanya melongo tak percaya,keirian
tersirat jelas di mata mereka. Hingga pada esok hari nya segenap siswa siswi SMA
01 Hulu Palik pun datang terlambat,
dan 5 menit kemudian kami semua
pun diusir dari kelas lalu pulang ke rumah masing masing dengan wajah berseri
dan hati riang gembira . Kami pun hidup bahagia selama-lamanya.
.TAMAT.

0 Komentar untuk "STORY OF MY LIFE 1"